Pengingat Diri


Cerita Tentang Kunci Locker yang Mungil Imut dan Lucu
Maret 2, 2009, 9:19 am
Filed under: Uncategorized

Kalo saya menjadi pengurus perpustakaan FE, mungkin saya akan mengubah seluruh gantungan kunci loker yang menjadi kalung atau bandana agar pemiliknya tidak lupa meninggalkan kunci tersebut di lockernya.Warna nomer kalung tersebut akan saya ubah menjadi oranye atau kuning (agar kelihatan mencolok), dan apabila perlu saya kasih alarm sehingga bila pemiliknya membawa kunci itu ke luar radius yang telah ditentukan dari perpus, maka kunci locker tersebut akan meledak!! hehe, kalo terlalu ekstrim ya cukup dengan alarm di kunci tersebut akan berbunyi.

 La gimana coba,gara-gara lupa mengembalikan atau lupa mencabut kunci locker tersebut, beberapa orang sudah menjadi korban dari pemblokiran kartu keanggotaan selama SATU TAHUN!!. dan bagi beberapa orang tersebut, hal itu rasanya bagaikan kiamat!Yah, bagi beberapa orang, atau segelintir orang mungkin, yang mempunyai tipe seperti saya. Manusia dengan kepribadian acak abstrak yang selalu menjalani hidupnya dengan acak-acakan dan penuh dengan ke-absurd-an.:hammer:

 

Cerita saya sendiri dalam menjalani hukuman yang penuh derita tersebut  dimulai kira-kira pada satu setengah tahun lalu. Waktu itu, dengan khilaf saya menculik kunci locker yang mungil, lucu, dan menggemaskan itu selama satu malam. Dan ketika esok harinya saya menyadari bahwa kunci locker tersebut masih ada di kantong saya, dengan panik saya langsung ke perpustakaan untuk mengembalikannya. Tapi apa mau dikata,nasi sudah keluar dari dubur, peraturan tetaplah peraturan, hukum tetaplah hukum, pada detik jam waktu hari dan tanggal tersebut, saya resmi dijadikan terpidana kasus penculikan kunci locker yang lucu, mungil, dan menggemaskan tersebut dan dihukum selama satu tahun. 

Waktu itu perasaan saya mungkin sama dengan perasaan Sheila Marcia waktu mendengar putusan hakim atas hukuman yang diberikan padanya (maaf terlalu lebai).Kebebasan saya untuk meminjam berbagai buku berat disana (buat dibawa-bawa agar kelihatan kaya’anak rajin) terampas. Pada waktu itu kebebasan saya dalam membaca dan mengambil ilmu dari berbagai buku tersebut tercabut. Waktu itu, buku-buku tersebut bagaikan seorang gadis yang masih perawan. Bisa saya kagumi keindahannya dirumahnya, tapi tidak bisa saya bawa pulang meskipun hanya untuk semalam saja.Huhuhu, ditambah dengan dampak dari kelabilan-kelabilan saya yang lain diwaktu itu, hidup saya waktu itu begitu menyedihkan meskipun tidak lebih mengenaskan dari kehidupan tikus dirumah saya yang mati gara-gara salah mengira racun tikus adalah makanan…

Namun setelah menunggu sekian lama, pada awal semester ini saya benar-benar merasakan indahnya aroma kebebasan.Pada waktu itu, saya telah selesai menjalani hukuman dan diperbolehkan lagi meminjam segala macam buku yang ada di perpustakaan tersebut. Saya pun seperti orang yang berbuka dengan 3 piring nasi, 2 potong ayam, dan 4 botol teh sosro setelah berpuasa sepanjang hari. Nafsu saya yang tertahan selama satu tahun, meledak takterkendali! Setiap saat setiap waktu (kaya lagunya java jive) saya menggunakan hak saya untuk meminjam buku-buku yang ada dirak rak itu. Selama kurang lebih 5 bulan ini, saya telah dapat menggunakan hak saya sebagai seorang mahasiswa untuk meminjam segala buku yang ada di perpustakaan tersebut. Dan bagi saya, hal tersebut benar-benar menambah keindahan hidup saya dan membuat saya sekali lagi tak lupa bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Namun apa lacur, beberapa waktu yang lalu (tepatnya kemarin) sisi buruk dari sifat saya yang acak-abstrak kembali muncul. Dengan segenap kelabilan dan kebodohan saya membuat kebebasan saya untuk meminjam buku di perpustakaan ini terancam kembali. Ceritanya dimulai ketika saya meminjam kunci loker ke petugas perpustakaan (seperti biasa), lalu membuka locker tersebut dan menaruh tas saya didalamnya (seperti biasa), lalu menutup locker tersebut (seperti biasa), dan meninggalkan kunci locker tersebut di lockernya untuk sholat di mushola (TIDAK SEPERTI BIASA!!). Sekali lagi saya melakukan kesalahan dengan tidak menjaga dengan baik kunci locer yang mungil, lucu, dan menggemaskan tersebut dalam keadaan terlantar.Kunci itupun ditemukan seseorang dan dikembalikan kepada petugas perpustakaan. Dan ketika setelah sholat saya kembali ke perpustakaan dengan panik untuk menanyakan keberadaan kunci locker tersebut, dengan sedikit marah petugas perpustakaan memberi ultimatum akan memblokir keanggotaan saya apabila saya mengulangi kesalahan itu lagi. Dengan membungkuk bungkuk lega, saya pun memohon maaf serta berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Namun ternyata, kelabilan saya di hari itu tidak berhenti sampai disitu saja. Kebodohan, Kebakaan, dan kepekokan saya ternyata masih belum mencapai titik optimum. Beberapa jam setelah kejadian tersebut, dengan segenap, segenap, segenap, kebodohan dan kelabilan, saya melakukan suatu prosedur pengembalian kunci locker itu kembali yaitu: membuka locker dengan kunci locker tersebut (biasa), mengambil tas dan menaruh barang-barang yang ada ditas (biasa), lalu.. kembali menelantarkan kunci locker yang mungil, lucu, dan menggemaskan tersebut di lockernya dan pulang kerumah dengan santainya (sangat sangat sngat tidak biasa). Dan ketika malamnya (kejadian tadi berlangsung pada saat hari masih sore) saya akan kekampus untuk mengikuti kuliah pengganti saya menyadari hal bodoh yang telah saya lakukan, kepanikan pun terjadi. Handuk pun saya lepaskan kembali dari leher saya (sehingga saya ga jadi mandi), celana dan kemeja pun saya masukkan dengan paksa, lalu dengan ngebut saya pacu motor saya kekampus dengan kepanikan yang semakin menjadi-jadi.setelah tiba kekampus saya pun segera keperpustakaan untuk memastikan hal apa yang akan terjadi nanti.

 

Namun ketika langkah saya semakin dekat dengan perpustakaan, ketakutan saya terhadap muka seram mbak perpus cantik yang sedang marah semakin menjadi-jadi. Dan ketika saya bertemu Mas Seto (bukan Kak seto), mantan teman seperjuangan saya dalam menanggulangi kelabilan saya, saya memintanya untuk mewakilkan saya dalam menghadapi mbak perpus cantik yang seram tersebut. Setelah dibujuk bujuk beberapa lama, akhirnya Mas Seto mau melakukan hal yang cukup menyeramkan itu. Sedangkan saya dengan hati yang berdebar-debar diluar menunggu Mas Seto keluar untuk menceritakan apa yang telah dihadapinya… 

setelah menunggu sekian lama (kurang lebih satu menit) tiba-tiba saya melihat Mas Seto dengan setengah berlari dan muka yang seperti baru melihat setan datang kearah saya. Hati saya pun semakin berdegup kencang, waktu itu saya bertanya-tanya, hal buruk apa yang akan menimpa saya??

dengan sedikit terengah engah Mas Seto mengatakan, bahwa dia tidak bisa menolong saya. Dan saya harus menghadapi sendiri muka seram petugas perpus tersebut. Dengan segenap hati, saya pun melangkahkan kaki, satu demi satu ke pintu perpus, dan dengan terlebih dahulu menyiapkan wajah memelas saya membuka secara perlahan lahan pintu perpustakaan tersebut.setelah itu, langsung saja saya melihat muka mbak perpus yang sepertinya ingin “meremas-remas”, dan mencabik-cabik muka saya yang makin memelas ini. Setelah beberapa percakapan yang kurang begitu menyenangkan meskipun orang lain yang melihat kejadian itu tertawa, saya pun mendapatkan hasil bahwa KTM saya untuk sementara disita dan saya harus menghadap kepala perpus besok pagi untuk menentukan nasib saya selanjutnya. Oh Tuhan, aku mohon.. jangan buat diriku menderita lagi gara-gara kunci locker yang mungil, lucu, dan menggemaskan ini…. HUHU

 

Cerita diatas dibuat sebelum saya bertemu dengan kepala perpustakaan, Dan cerita ini diposting setelah saya bertemu dengan kepala perpustakaan tersebut. Lalu bagaimana hasilnya? apakah kartu perpus saya diblokir lagi?

Jawabannya adalah…

….

…TIDAK!! Terima kasih Pak Kepala Perpus, saya berjanji untuk tidak mengulangi hal ini lagi!!(tapi kalo pas saya ngga labil tentunya, hehe)


4 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

dasar labil :hammer:,,

Komentar oleh Pakde

mz gaga duduuuullzz.. :) )

Komentar oleh adek nan cute

blogwalking mas galbee.. salam kenal :)
nice post… hahaha

Komentar oleh kinkin

Waow loved reading your blogpost. I added your feed to my blogreader.

Komentar oleh dattRalokab




Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.